Pagi ini, Minggu 17 Februari 2008, jarum jam sudah beranjak dari angka 8 tapi suasana diluar rumah seperti masih jam 6 pagi. Hujan yang sudah turun semalaman masih menyisakan gerimis kecil.
Rencana bersepeda hari ini cukup menantang, trek JPG Serpong yang tersohor seantero dunia pesepedahan itupun menjadi tujuan. Secara disana juga sedang diselenggarakan acara “Trend Mountain Bike 2008″ yang di sponsori oleh Polygon. Wah.. Sekalian shopping nih, memang ada niat untuk membeli lampu belakang, mudah-mudahan disana dapet discount (halah.. ngarep.com).
Start dari rumah diiringi lagu ‘Andai’ nya ‘Gigi’, si kuning langsung menuju stasiun Tanah Abang. Setelah mengayuh jarak 7 km sampai juga di stasiun, lumayan buat pemanasan. Beli tiket 2 untuk si kuning, kereta melaju tepat pukul 10 waktu cyclo. Suasana di KRL Tn.Abang - Serpong cukup sepi. Setengah jam berlalu akhirnya tiba di St. Sudimara.
Setelah tanya-tanya sama abang ojek, and sempet sms Om Rizky akhirnya sepeda mengarah ke Mpok Cafe menyusuri jalan Jombang Raya. Diperjalanan saya bertemu dengan 2 orang teman dengan tujuan yang sama. Beruntung tidak usah ada acara nyasar lagi.
Perjalanan menuju Mpok Cafe cukup menyenangkan, kombinasi tanjakan dan turunan di trek aspal amat menggoda insting balap saya, ciee.. Pada satu kesempatan turunan panjang dibarengi dengan tikungan ke kiri dan kanan, saya mencoba mengambil racing line, dan hasilnya wuih.. Puass!
Tiba dilokasi, ternyata acara sudah dimulai dari jam 9 pagi. Wuih.. ramai sekali. Belasan kendaraan roda empat parkir dipinggir jalan, sementara puluhan bahkan ratusan sepeda sudah parkir memenuhi areal sekitar Empok Cafe.
Saat saya tiba, acara lomba dirt jump kelas bmx sedang dimulai. Belasan peserta unjuk aksi didepan juri, sementara penonton dipinggir trek riuh memberikan semangat, cahyoo… Aksi mereka lumayan berani, walaupun kalo gagal lumayan sakit juga, sudah jatuh ketimpa sepeda.
Sambil lihat-lihat stand yang ada, saya akhirnya membeli sebuah lampu depan dan kaos yang dipamerkan. Lumayan buat b2w ke kantor.
Menjelang sore kami bertiga masuk ke dalam trek JPG yang tersohor itu (sayang kan jauh-jauh datang cuma nonton saja) dibelakang kami segera bergabung tiga orang teman lain sehingga berenam kami memulai petualangan ini. Single trek yang becek dan licin kami lahap dengan tertatih, beberapa kali roda belakang kehilangan traksi, ya iyalah ban on-road dipakai di trek off-road. Beruntung sitepost sudah diturunkan.
Masuk lebih dalam, trek semakin berfariasi dan sangat menuntut skill, beberapa kali kami harus menuntun sepeda karena terjalnya tanjakan dan turunan yang disuguhkan disini.
Trek yang ada di JPG ini cukup bervariasi, diawali dengan single trek di tanah dan perkebunan, disini juga disuguhkan nikmatnya menyusuri pematang sawah yang sempit, ada pula padang ilalang setinggi kepala yang membuat kita harus extra hati-hati, setelah itu kita juga akan melewati jalan perkampungan disekitar perumahan, beruntung warga disana ramah-ramah.
Belum tuntas menyusuri trek JPG, kita harus keluar trek dan kembali ke Mpok, mengingat kondisi trek amat berat, dan beberapa teman sudah banyak yang KO. Akhirnya kami kembali ke tempat start melalui jalan aspal. Setelah istirahat sebentar, akhirnya kami berpisah untuk pulang.
Masih penasaran sih, mudah-mudahan suatu saat bisa kembali kesana. Tentu saja dengan persiapan yang lebih matang.
Salam,






Recent Comments